UVERS Fasilitasi Diskusi SCNU, KADIN, dan APINDO Terkait Fenomena Sosial Ekonomi Dan Peluang Investasi Kota Batam

Universitas Universal (UVERS) memfasilitasi kegiatan diskusi antara delegasi South China Normal University (SCNU), Tiongkok, dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Batam serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kepulauan Riau pada Minggu (19/07) di Ruang 200 Universitas Universal (UVERS). Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran wawasan mengenai iklim investasi, perkembangan industri, hubungan ketenagakerjaan, hingga potensi kolaborasi akademik dan riset yang dapat mendukung pembangunan ekonomi Batam dan Indonesia.

Dalam sesi pemaparan, perwakilan KADIN Batam menjelaskan berbagai keunggulan strategis Kota Batam sebagai kawasan industri dan investasi. Letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, didukung status Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta pengembangan infrastruktur pelabuhan dan logistik menjadikan Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. KADIN juga memaparkan bagaimana Batam terus mengembangkan daya saing melalui peningkatan kapasitas pelabuhan, kemudahan investasi, hingga pembangunan ekosistem industri digital yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia berkualitas dari perguruan tinggi.

Sementara itu, APINDO Kepulauan Riau memaparkan perannya dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara dunia usaha dan tenaga kerja. Organisasi tersebut menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan pekerja, mendukung kebijakan ketenagakerjaan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi investor domestik maupun internasional. APINDO juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan kolaborasi dengan institusi pendidikan agar kebutuhan industri di masa depan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Diskusi berlangsung interaktif ketika delegasi SCNU yang terdiri dari professor senior, peneliti, dosen dan mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai kawasan ekonomi khusus, daya saing Batam dibandingkan kawasan industri lain di Asia Tenggara, hubungan ekonomi Batam dengan Singapura dan Malaysia, hingga peluang investasi dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Melalui dialog dua arah tersebut, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan ekonomi Batam sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UVERS dalam memperkuat jejaring internasional antara dunia akademik dan dunia industri. Sebagai tindak lanjut, UVERS bersama SCNU juga berencana melakukan kunjungan dan diskusi riset dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) untuk membahas lanskap investasi perusahaan Tiongkok di Batam, perkembangan hubungan perdagangan Indonesia–Tiongkok, serta peluang kolaborasi riset yang dapat mendukung pengembangan investasi dan pembangunan ekonomi daerah. Melalui berbagai inisiatif tersebut, UVERS terus berkomitmen menjadi penghubung antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan strategis dalam mendorong kerja sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Sh)

Scroll to Top