UVERS dan SCNU Buka Peluang Kolaborasi Penelitian Multidisiplin Sosial Ekonomi di Wilayah Indonesia dan Batam

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan strategis antara dua samudera dan dua benua besar di dunia. Negara kepulauan di bentang khatulistiwa ini juga telah dikenal dunia sebagai negara multirasial, multietnis, multikultural, dan multiteisme. Dengan berbagai keunikan tersebut, Indonesia menjelma sebagai negara yang kondisi sosial ekonominya menarik untuk dikaji. Hal itu pula yang mendorong South China Normal University (SCNU) datang ke Indonesia untuk memulai riset panjangnya melalui School of Geography yang mereka miliki.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, School of Geography SCNU memilih Universitas Universal (UVERS) sebagai mitra strategis penelitiannya di Kota Batam. Pada kunjungan yang dilaksanakan pada minggu (19/07) tersebut, Dr. techn. Aswandy, M.T menjelaskan bahwa kerjasama antara UVERS dan SCNU telah terjalin sejak 2018 dan menghasilkan beragam realisasi kegiatan, termasuk di antaranya program pelatihan Bahasa Mandarin untuk dosen dan tenaga kependidikan UVERS.

Dalam sambutannya, Prof. Liu Yungang selaku Dean of School of Geography dan Director of Asian Geography Research Center menyambut baik kemitraan ini. Prof Liu menjelaskan bahwa nilai Dunia Satu Keluarga yang diusung oleh UVERS sangat sejalan dengan tujuan kedatangan mereka untuk mempelajari Indonesia sebagai negara yang majemuk. Ia menegaskan bahwa Indonesia dengan segala keberagamannya menghadirkan keunikan dikarenakan kemampuannya untuk hidup berdampingan dengan damai. “Kota Batam adalah salah satu wilayah penting dalam studi kita sehingga kita memerlukan mitra strategis di sini” ujar Prof Liu Yungang.

Di sisi lain, Assoc. Prof. Chen Lin selaku Deputy Director of Asian Geography Research Center mempertajam kesenjangan penelitian yang ingin dipenuhi melalui penelitian bersama ini. Dalam uraiannya, studi mengenai Kota Batam dapat dibedah melalui beberapa dimensi, yaitu karakteristik kerjasama sosial ekonomi Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Malaysia. Kemudian sebagai kota kepulauan yang memiliki posisi geografis strategis, bagaimana peran Kota Batam untuk perkembangan iklim ekonomi dan investasi bagi Indonesia. Namun untuk memahami fenomena tersebut secara fundamental, perlu pula dilakukan penelitian terkait keberagaman masyarakat di kawasan ini dalam konteks investasi, ekonomi, dan bisnis.

Dalam rangka mencapai kepentingan tersebut, School of Geography SCNU membawa tiga isu strategis, diantaranya status terkini, dinamika, dan prediksi masa depan kerjasama lintas negara antara Batam dan Singapura. Selain itu, kedua pihak juga akan melebarkan diskusi menuju level makro hubungan pengembangan, penelitian, dan peluang masa depan antara Indonesia dan Tiongkok. Tentunya setiap hal tersebut dilaksanakan dalam bingkai kolaborasi akademik, penelitian bersama, dan pertukaran sivitas akademika. Oleh karena itu, diskusi tersebut kemudian disepakati dalam Nota Kesepahaman antar kedua pihak di akhir pertemuan. (AS)

Scroll to Top