Batam, 27 April 2025 – Universitas Universal (UVERS) kembali membuktikan komitmennya dalam memajukan Pendidikan Bahasa Mandarin di Provinsi Kepulauan Riau dengan sukses menggelar acara “Chinese Bridge 汉语桥”. Acara yang diselenggarakan pada Minggu (27/04) yang bertempat di Kampus UVERS Pasir Putih, berhasil mempertemukan siswa SD sampai dengan Tingkat menengah, dan mahasiswa Perguruan Tinggi yang berasal dari Kepulauan Riau dalam ajang seleksi bergengsi menuju kompetisi nasional dan internasional.

Mengusung tema “Chinese Joy & Fun,” “Fly High with Chinese,” dan “One World, One Family” untuk masing-masing kategori, lomba ini menguji keterampilan peserta dalam pidato berbahasa mandarin, tes tertulis, pertunjukan seni budaya Tiongkok, serta sesi tanya jawab spontan pada saat pidato. Dengan antusiasme tinggi, peserta dari berbagai tingkat menampilkan kemampuan terbaik mereka dihadapan para juri, yang menilai berdasarkan penguasaan materi, kelancaran berpidato, pelafalan, dan ekspresi emosional.

Chinese Bridge Contest 2025 dimulai dengan acara pembukaan yang menghadirkan Rektor UVERS Dr. techn. Aswandy, M.T. dan Ketua Pelaksana Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin  Arifin Zain. Dalam sambutannya, Rektor UVERS menyampaikan bahwa turut bahagia karena UVERS bisa menjadi tuan rumah pada acara Chinese Bridge tahun ini. Dan beliau juga menjelaskan kondisi saat ini yang mana kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu berbahasa mandarin sangatlah banyak sehingga kita butuh untuk memiliki skill berbahasa mandarin. Hal ini juga ditambahkan oleh Ketua Pelaksana BKPBM, “Bahasa mandarin salah satu Bahasa penting secara internasional. Menguasai Bahasa mandarin juga dapat memiliki kesempatan yang lebih luas didunia internasional dan tentu saja juga memiliki kesempatan untuk lebih berkembang lagi.”

Kontes Bahasa Mandarin “Chinese Bridge 2025”, tidak hanya bertujuan memilih perwakilan Kepulauan Riau untuk kompetisi tingkat nasional di Jakarta pada Juni 2025, tetapi juga menjadi wadah pengembangan minat dan bakat bahasa Mandarin di kalangan generasi muda. UVERS, sebagai tuan rumah, menghadirkan suasana kompetitif yang sehat sekaligus penuh semangat persaudaraan, sejalan dengan semangat mempererat hubungan antar-lembaga pendidikan di Kepri.

Hal ini juga sejalan dengan manfaat dan harapan yang ingin dihadirkan penyelenggara terhadap para peserta. Oey Anton, S.TP., M.Pd., selaku Ketua Panitia dalam wawancara menjelaskan bahwa para peserta yang ikut dalam kompetisi ini bisa mendapatkan pengalaman baru tentang mekanisme perlombaan Chinese Bridge. Sehingga jika peserta lolos hingga tahap nasional maupun internasional maka mereka sudah familiar dengan mekanismenya. Harapannya bahwa dengan adanya kegiatan Chinese Bridge ini dapat menjadi wadah bari para peserta yang memiliki bakat serta keterampilan dalam berbahasa mandarin. Selain itu Kepri, khususnya kota Batam, bisa menjadi cikal bakal bibit unggul bisa mewakili untuk sampai pada Tingkat nasional maupun internasional.

Chinese Bridge 2025 menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem pembelajaran bahasa Mandarin di Kepulauan Riau, yang kian relevan dengan perkembangan global saat ini. UVERS berkomitmen untuk terus mendukung talenta muda dalam meraih prestasi di kancah nasional dan internasional, serta memperkenalkan budaya Tiongkok secara lebih luas kepada masyarakat. (Sh)

Berikut daftar nama pemenang Chinese Bridge 2025 se- Kepulauan Riau dari berbagai Tingkat yang ada pada kompetisi.

  • Pemenang pada Tingkat SD :

Juara 1: Justin Marvel Lo (罗智明)

Juara 2: Ainsley Nathania Peh (白圣净)

Juara 3: Dolly Valerie Tan (陈诗淇)

Pidato terbaik(最佳口才奖): Dolly Valerie Tan (陈诗淇)

Penampilan terbaik(最佳才艺奖): Justin Marvel Lo (罗智明)

Partisipasi Terbaik (最佳人气奖): Richard Tan (陈明顺)

Guru pendamping terbaik: Yanti, B.Ed. (萧妙情 老师)

  • Pemenang pada Tingkat Menengah (SMP, SMA dan SMK) :

Juara 1: Yeoh Hui Xin 杨慧欣

Juara 2: Jesslyn Ang 洪文希

Juara 3: Queenie Felicia 洪凯欣

Pidato terbaik: Keren Phebe Phangnesia 彭嘉宁

Penampilan terbaik: Ellen Lee 李加慧

Peserta terbaik: Eileen 孙佳玲

Guru pendamping terbaik: Williem Wijaya Fu 傅淦椲

  • Pemenang pada Tingkat Perguruan Tinggi :

Juara 1: Lia Natasya (陈惠芸)

Juara 2: Jessebelle (郑靖叡)

Juara 3: Kornelius Setya Kwa (柯志宏)

Pidato terbaik: Lia Natasya (陈惠芸)

Penampilan terbaik: Jonathan (杨文俊)

Guru pendamping Terbaik: Yanti, S.Pd., MTCSOL

洪丽萍

Universitas Universal (UVERS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin hubungan internasional melalui kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dari Medan. Kunjungan ini menjadi wujud nyata semangat “Bhinneka Tunggal Ika, Dunia Satu Keluarga” yang diusung UVERS dalam membangun kolaborasi lintas budaya dan Pendidikan Internasional.

Konsul Jenderal RRT, Zhang Min, hadir bersama istri dan jajarannya pada Selasa (22/04) di Kampus UVERS Pasir Putih Kota Batam, dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan UVERS serta Yayasan Pancaran Maitri, Dewan Pembina Bapak Wirya Candra Tan dan Bapak Rudi Tan, Ketua Umum Yayasan Bapak Liyas Masri, Rektor UVERS serta jajarannya. Hadir pula tokoh-tokoh masyarakat Batam, seperti Ketua Yayasan Prajna Harmonis Bapak Huang Yuanzi, Ketua Dewan Pembina PSMTI Bapak Eddy Hussy, Ketua Kehormatan Ikatan Keluarga Marga Huang Batam Bapak Huang Dongping dan lainnya, yang turut memeriahkan suasana persahabatan antarbangsa ini.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Pancaran Maitri,  Bapak Liyas Masri, menegaskan bahwa pendidikan berbasis nilai budaya kasih alam telah menjadi ciri khas lembaga yang dipimpinnya dan mengebangkan Budaya Universal. “Di sini, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter dan wawasan budaya kasih alam melalui seni, seperti tarian, musik, lukisan, kaligrafi, dan berbagai bentuk kesenian yang kerap diintegrasikan dengan budaya Tiongkok dan Budaya Nusantara,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa harmoni dan keberagaman menjadi kekuatan utama dalam perjalanan Yayasan selama puluhan tahun.

Bapak Liyas Masri juga memaparkan bahwa dalam satu dekade terakhir, UVERS telah aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Tiongkok. Kolaborasi ini memberikan banyak manfaat, termasuk peluang studi lanjut bagi dosen dan mahasiswa UVERS ke jenjang magister dan doktoral di berbagai kota di Tiongkok. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok atas dukungan dan kesempatan yang telah diberikan,” tuturnya.

Menanggapi sambutan tersebut, Zhang Min menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap semangat UVERS dalam menjembatani hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok. “UVERS merupakan contoh perguruan tinggi Indonesia yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga konsisten dalam mendorong pertukaran budaya dan pendidikan lintas negara,” puji Zhang Min.

Ia juga mengulas kembali panjangnya sejarah hubungan antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama lebih dari dua milenium. Mulai dari pengiriman utusan dari Jawa ke Tiongkok di masa Dinasti Han, perjalanan Biksu Yi Jing ke Sriwijaya pada era Dinasti Tang, hingga ekspedisi Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming ke Nusantara. “Kami berharap, semangat persahabatan yang telah terjalin sejak ribuan tahun lalu ini dapat terus dijaga dan dilestarikan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 bersama Tiongkok,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih luas antara UVERS dan berbagai institusi pendidikan di Tiongkok, serta memperkuat posisi UVERS sebagai perguruan tinggi dengan jejaring internasional yang kokoh dan bermakna.

 

Pemilihan Duta Bahasa Kepulauan Riau Lisa,  sebagai 5 BESAR PUTRI dan Feriyansyah, sebagai DUTA BAHASA FAVORIT diselenggarakan oleh Ikatan Duta Bahasa Kepulauan Riau.

JUARA 2 DUBBING 配音比赛 pada LPEC (Learn, Play, Explore China) 2024

Juara 1 Lomba Video Reels Instagram pada Kompetisi Perpajakan 2023

Juara Harapan 1 Lomba Debat Perpajakan pada Kompetisi Perpajakan 2023

1st Winner Poetry Performance dan 5th Winner Chinese Calligraphy pada National Competition of Chinese Art and Literature “ENCORE” 2023

Dekan Fakultas Pendidikan, Bahasa dan Budaya Universitas Universal, Dr. Herman, MTCSOL, kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional dengan menjadi narasumber dalam pelatihan global bertajuk 第三场海外华文教育与华文学校现状调研 (Sesi ketiga; survei tentang pendidikan Tionghoa di luar negeri dan sekolah Tionghoa) yang diselenggarakan oleh College of Chinese Language and Culture, Jinan University. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (27/03) pukul 16.30–17.50 WIB secara daring melalui Voov Meeting serta luring langsung di kampus, dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Pelatihan ini merupakan forum akademik tahunan yang ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 serta para pengajar bahasa Mandarin dari berbagai belahan dunia. Dalam kesempatan ini, dosen UVERS dipercaya untuk menyampaikan materi mengenai perkembangan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia, yang meliputi sejarah, kondisi terkini, hingga tantangan yang dihadapi dunia Pendidikan Bahasa Mandarin dalam negeri. Selain itu, beliau juga membagikan teknik melakukan survei, menulis, dan mengumpulkan data penelitian secara akademis kepada para peserta.

“Melalui sesi ini, tidak hanya memperkenalkan kondisi Pendidikan Bahasa Mandarin di Indonesia, tetapi juga mengedukasi para peserta agar mampu melakukan riset yang mendalam terkait topik ini,” ungkap Pak Herman sebagai narasumber dari UVERS. Beliau menambahkan, dalam sesi lain, pakar dari Kamboja turut memberikan perspektif serupa mengenai kondisi di negaranya.

Kegiatan ini tidak dibuka untuk umum, mengingat sifatnya yang khusus dan akademis. Namun antusiasme peserta terlihat tinggi, mengingat pentingnya topik yang diangkat—yakni penguatan mutu Pendidikan Bahasa Mandarin secara global. Dengan hadirnya para akademisi dari berbagai latar belakang, pelatihan ini menjadi wadah kolaboratif yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya.

UVERS berharap keterlibatan aktif dalam forum-forum internasional seperti ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan bahasa dan budaya Tionghoa, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara secara umum. (DAY)

Pernah nggak, sobat UVERS lihat sebuah campaign di media sosial yang bikin kamu langsung pengen klik, share, bahkan ikut terlibat? Yup, itu yang namanya digital campaign.

Nah, di era serba digital kayak sekarang, digital campaign bukan cuma jadi pilihan tapi udah jadi keharusan, apalagi buat brand, organisasi, instansi pendidikan, bahkan mahasiswa yang aktif bikin gerakan atau promosi kegiatan. Artikel ini bakal kupas tuntas kenapa digital campaign penting dan gimana cara bikin yang impactful.

Digital campaign adalah serangkaian aktivitas promosi, komunikasi, atau edukasi yang dilakukan lewat platform digital. Tujuannya? Mulai dari awareness sampai konversi (Smith, 2019). Faktanya, dunia digital marketing itu luas banget dan penuh strategi yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan brand kamu.

Ini dia beberapa jenis digital campaign yang bisa jadi andalan buat ningkatin “cuan” sekaligus bikin brand makin dikenal:

1. SEM (Search Engine Marketing)

Bayangin bisnis kamu muncul paling atas di hasil pencarian Google. Nah, itu kerjaannya SEM! Dengan strategi iklan berbayar seperti Google Ads, kamu bisa tampil di hadapan audiens yang memang lagi nyari produk seperti punyamu (Chaffey & Ellis-Chadwick, 2016).

2 . SEO (Search Engine Optimization)

Kalau SEM itu bayar, SEO lebih ke usaha organik alias gak langsung ngiklan. Tapi jangan salah, kalau optimasi SEO kamu bagus (misalnya pakai kata kunci yang tepat, struktur artikel oke, dan konten berkualitas), website kamu bisa nangkring di halaman pertama Google secara alami (Fishkin, 2015).

3. Content Marketing

“Konten adalah raja,” dan ini bukan sekadar slogan. Lewat artikel blog, e-book, podcast, atau infografik yang relevan, kamu bisa kasih value ke audiens sambil pelan-pelan ngenalin brand kamu. Ini strategi jangka panjang yang bisa bangun kepercayaan (Pulizzi, 2014).

4. Social Media Marketing (SMM)

Dari Instagram sampai TikTok, media sosial udah jadi tempat audiens nongkrong. Nah, SMM ngajarin kamu gimana caranya ngobrol, engage, dan promosi secara asik di platform yang mereka gunakan sehari-hari.

5. Email Marketing

Meskipun terkesan kuno, email marketing tetap jadi senjata ampuh buat nurture pelanggan yang udah tertarik. Kirim newsletter, promo, atau update eksklusif bisa jadi cara efektif menjaga relasi dengan audiens (Kumar & Reinartz, 2016).

Baca Juga : Data Analyst Itu Apa Sih?

Referensi

– Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2016). Digital Marketing (6th ed.). Pearson Education Limited.
– Chaffey, D., & Smith, P. R. (2017). Digital Marketing Excellence: Planning, Optimizing and Integrating Online Marketing. Routledge.
Fishkin, R. (2015). The Art of SEO. O’Reilly Media.
– Kumar, V., & Reinartz, W. (2016). Creating Enduring Customer Value. Journal of Marketing, 80(6), 36–68.
– Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
– Pulizzi, J. (2014). Epic Content Marketing. McGraw-Hill Education.
– Smith, P. R. (2019). The Digital Marketing Handbook: A Step-By-Step Guide to Creating Websites That Sell. Kogan Page.

Pernah merasa enggan menghadiri acara sosial, lebih memilih rebahan di kamar daripada nongkrong ramai-ramai, lalu secara otomatis menyimpulkan diri sebagai “introvert”? Bisa jadi itu bukan sifat dasar kepribadianmu, melainkan tanda kelelahan sosial (social exhaustion). Di era modern yang serba cepat dan penuh tuntutan sosial, perasaan ingin menarik diri bukan hal langka. Namun, penting bagi kita untuk memahami: apakah kita benar-benar seorang introvert, atau hanya sedang kelelahan secara sosial?

Dua hal ini mirip-mirip, tapi sebenarnya berbeda lho. Yuk kita kulik bareng sob!

Dalam psikologi, introvert adalah tipe kepribadian yang cenderung merasa lebih nyaman, tenang, dan terisi energinya ketika berada dalam situasi yang tidak terlalu ramai. Carl Jung adalah tokoh yang pertama kali memopulerkan istilah ini, menyatakan bahwa introvert mendapatkan energi dari dalam dirinya sendiri, bukan dari interaksi sosial (Jung, 1971).

Sementara itu, kelelahan sosial itu kondisi yang bisa dialami siapa aja. Introvert, ekstrovert, ambivert, semuanya bisa. Biasanya muncul setelah banyak interaksi sosial yang intens, misalnya abis menghadiri rapat seharian, hadir di event rame, atau harus banyak ngobrol sama orang baru. Tanda-tandanya antara lain mudah lelah setelah bertemu orang banyak, merasa kosong secara emosional, dan keinginan kuat untuk menarik diri tanpa alasan jelas (Bechtoldt et al., 2011).

Kalau kamu selalu ngerasa nyaman sendiri dan memang dari dulu gitu, mungkin kamu memang introvert. Tapi kalau kamu dulu enjoy banget hangout, tiba-tiba sekarang jadi pengen menarik diri, bisa jadi kamu cuma lagi capek aja.

Introvert tetap bisa enjoy nongkrong kok, asal nggak terlalu sering dan orangnya cocok. Tapi kalau kamu ngerasa energinya terkuras setiap kali habis bersosialisasi, dan energinya balik lagi setelah me-time, bisa jadi kamu cuma lagi butuh recharge, bukan berubah kepribadian.

Tenang, Sobat UVERS nggak sendirian kok. Banyak orang juga ngalamin ini, apalagi di lingkungan kerja atau kampus yang serba aktif. Nih, ada beberapa tips biar kamu bisa ngejaga energi sosialmu:

  • Ambil jeda, nggak harus ikut semua ajakan nongkrong.
  • Lakukan hal-hal yang bikin tenang: nulis jurnal, dengerin musik, jalan sore.
  • Belajar bilang “nggak dulu ya” tanpa rasa bersalah.
  • Kurangi screen time, scroll medsos terus-terusan juga bisa nyedot energi sosial lho.
  • Cukup tidur dan makan enak, kadang capek sosial itu juga karena badan lelah.

Sering salah paham soal kepribadian bisa bikin kita salah ngatur energi. Ngerasa “aku introvert” padahal cuma burnout bisa bikin kita menarik diri terus-terusan, padahal yang dibutuhin cuma istirahat dan batasan sehat. Di sisi lain, sadar soal kondisi ini bikin kita bisa lebih mindful ngatur waktu, kerjaan, dan hubungan sosial baik di kampus, tempat kerja, maupun di rumah.
Jadi, sebelum melabeli diri sebagai introvert, yuk refleksi sejenak. Bisa jadi Sobat UVERS hanya butuh jeda dan waktu untuk recharge.

Baca Juga: Langkah Kecil, Hasil Besar: Ini Dia 5 Cara Menjadi Lebih Baik Setiap Hari

Referensi:
– Bechtoldt, M. N., De Dreu, C. K. W., Nijstad, B. A., & Zapf, D. (2011). The hidden costs of teamwork: Social stressors, cognitive failures, and reduced team performance. Journal of Organizational Behavior, 32(3), 393–416.
– Jung, C. G. (1971). Psychological Types: The Collected Works of C.G. Jung (Vol. 6). Princeton University Press.

Scroll to Top