Universitas Universal (UVERS) resmi bergabung sebagai anggota dalam Asosiasi Pendidikan Bahasa Mandarin Internasional Asia Selatan dan Asia Tenggara atau 南亚东南亚国际中文教育联盟, sebuah forum bergengsi yang digagas oleh Yunnan Normal University, Tiongkok. Asosiasi ini resmi diluncurkan melalui peresmian di Kunming, Yunnan, Tiongkok pada tanggal 22 Agustus 2025 dan dihadiri oleh para anggota asosiasi.

Keikutsertaan UVERS dalam aliansi ini memiliki makna penting, karena UVERS menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia yang ambil bagian bersama sejumlah universitas ternama dari berbagai negara, di antaranya Walailak University dan Mae Fah Luang University (Thailand), Yangon University of Foreign Language (Myanmar), Vietnam National University (Vietnam), Somaiya Vidyavihar University (India), National University of Laos (Laos), Yunnan University dan Yunnan Normal University (Tiongkok), serta beberapa universitas terkemuka lainnya di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UVERS, Dr. techn. Aswandy, M.T., memperoleh kehormatan untuk menyampaikan paparan berjudul “The Development of Mandarin Language Education in Batam, Indonesia.” Dengan pemaparan ini, UVERS menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Pendidikan Bahasa Mandarin, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dalam lingkup Asia Tenggara, dengan menekankan peran Batam sebagai kota strategis yang menjadi jembatan interaksi antarbangsa.

Keterlibatan UVERS dalam aliansi ini mencerminkan keunggulan internasional dan dedikasi perguruan tinggi untuk terus membangun jejaring global. Dengan menjadi bagian dari peresmian dan peluncuran asosiasi ini, UVERS memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen memajukan Pendidikan Bahasa Mandarin, memperluas kolaborasi akademik lintas negara, dan meneguhkan peran Indonesia dalam kancah pendidikan internasional. (AS)

Batam, 19 Agustus 2025 – Suasana Auditorium Universitas Universal (UVERS) sore itu dipenuhi antusiasme dan semangat kebersamaan. Rangkaian kegiatan Orientasi dan Matrikulasi Mahasiswa Baru (ORMARU) 2.5 resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang tak hanya mengesankan, tetapi juga menjadi awal baru bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 untuk melangkah ke dunia perkuliahan yang sesungguhnya. Acara penutupan yang berlangsung pada Sabtu (16/08) pukul 14.00 ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Pancaran Maitri, Liyas Masri, serta Rektor UVERS, Dr. techn. Aswandy, M.T. Keduanya menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan kolaborasi sejak awal perjalanan mahasiswa di kampus.

Tak sekadar seremonial, penutupan ORMARU 2.5 kali ini dikemas dalam berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan refleksi, apresiasi, dan kreativitas. Mulai dari doa penutup, pemutaran video recap perjalanan ORMARU 2.5, hingga pembacaan prestasi mahasiswa di tahun akademik sebelumnya. Sesi ini tidak hanya memberikan apresiasi bagi pencapaian mahasiswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para mahasiswa baru.

Peserta ORMARU 2.5 juga mempersembahkan penampilan khusus yaitu atraksi istimewa berupa formasi papermob yang dipersembahkan oleh mahasiswa baru TA 2025/2026. Formasi ini menjadi simbol kekompakan dan semangat kebersamaan yang diharapkan akan terus terjaga sepanjang masa studi mereka di UVERS.

Seremoni penutupan ORMARU 2.5 tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian orientasi, tetapi juga awal perjalanan panjang mahasiswa baru di dunia akademik. Dengan semangat yang dibangun melalui kebersamaan, kreativitas, dan inspirasi, UVERS optimis bahwa mahasiswa baru TA 2025/2026 akan mampu berprestasi dan membawa nama baik kampus di kancah nasional maupun internasional. (DAY)

Bayangkan Sobat UVERS baru saja melihat feed media sosial temanmu yang sudah berinvestasi, punya dana darurat, atau bahkan punya penghasilan pasif—sementara kamu masih bertanya-tanya, “Apakah merdeka finansial itu benar-benar bisa dicapai di usia 20-an?” Mungkin ini pertanyaanmu. Namun, lakukan satu langkah kecil hari ini, dan semesta bisa mendukungmu membalikkan keadaan.

Apa Itu Merdeka Finansial?

Menurut Generali, merdeka finansial artinya memiliki cukup uang dan penghasilan pasif untuk menopang hidup seseorang, hingga tidak perlu bekerja secara aktif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini adalah kebebasan memilih hidup sesuai keinginan, seperti mengurus keluarga, menjelajah dunia, kembali belajar, hingga memperdalam investasi.

Bagaimana Merdeka Finansial bisa dicapai di umur 20-an?

  1. Waktu adalah Aset Terbesar

Mulai investasi sejak muda = waktu untuk modal berkembang (bunga berbunga). investasi sejak dini membuka peluang besar untuk mencapai merdeka finansial.

  1. 4% Rule: Sebuah Panduan Berkelanjutan

4% rule menyarankan agar seseorang hanya menarik sekitar 4% dari total saldo investasi per tahun saat pensiun—agar dana bisa bertahan lama. Metode ini dikembangkan dari riset William Bengen (1994), dan dengan konsistensi investasi sejak muda, Gen Z Indonesia bisa menggunakan prinsip ini sebagai jembatan menuju kebebasan finansial.

  1. Menunda Gaya Hidup, Menyambut Investasi

Ketika gaji naik, refleks kamu mungkin ingin upgrade kehidupan—kopi kekinian, sneakers hype, nongkrong di tempat hits. Namun, ini jebakan gaya hidup (lifestyle inflation), yang bisa membuat tabungan tidak bertambah meski penghasilan meningkat. Alih-alih membelanjakan lebih, pertimbangkan untuk:

  • Menunda pembelian tidak penting
  • Menginvestasikan dananya—baik dalam bentuk skill ataupun instrumen finansial—supaya uangmu “bekerja” dan tumbuh.
  1. Hindari “PayLater”: Jangan Meminjam dari Masa Depan

Tawaran paylater memang menggoda: belanja mudah, bayar kemudian. Namun, jika tanpa kontrol, ini seperti “meminjam energi berlimpah” dari masa depan dan menanamkan pola kekurangan dalam pikiran. Alih-alih begitu, belilah sesuai anggaran dengan penuh rasa syukur—bukan karena kekurangan, tetapi karena sudah berada di posisi layak.

  1. Belajar Mandiri tentang Keuangan

Di sekolah, kita belajar akuntansi—tapi tidak diajari langsung mengelola anggaran pribadi. Materi seperti dana darurat, budgeting, dan investasi sering kali tidak diajarkan secara praktis. Sobat UVERS bisa mulai dengan,

  1. Membedakan kebutuhan vs keinginan
  2. Menggunakan metode budgeting sederhana seperti 50/30/20
  3. Membuat dana darurat
  4. Memulai investasi, meski kecil

Merdeka Finansial di Usia 20-an: Masih Mungkin!

Banyak Gen Z kini mulai sadar bahwa kebebasan finansial bukan soal kekayaan instan, tapi tentang kontrol atas hidup—menentukan kapan bekerja karena ingin, bukan karena perlu. Strategi seperti 4% rule, pengendalian gaya hidup, investasi dini, serta perencanaan matang membuka jalan bagi kebebasan itu. Jika dimulai sejak dini, usia 20-an bukan halangan—malah keunggulan untuk kamu sobat UVERS!

Referensi:
Generali. (16 Agustus 2023). Merdeka Finansial: apa maknanya dan bagaimana mencapainya? Generali.

Widiyati, P. P. S. (7 Agustus 2025). Tips realistis merdeka finansial di usia 20-an: Gen Z bisa nggak sih?

Bayu Satria H. (30 Juli 2025). 4% Rule: Salah satu kiat merdeka finansial untuk Gen Z?

Baca Juga : Fixed Mindset Diam-diam Menghambatmu, Saatnya Beralih ke Growth Mindset!

Scroll to Top