Inovasi teknologi semakin dekat dengan generasi muda. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa-siswi SMA dan SMK yang memadati Laboratorium Komputer UVERS dalam gelaran Workshop 3D Printing dan Aplikasi Inventor yang diselenggarakan Program Studi Teknik Industri pada 1 dan 8 November lalu. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengenalan dunia desain produk modern sekaligus pembuka menuju Sustainability Product Design and Innovation Contest yang juga digagas oleh Prodi sebagai topik workshop.

Workshop ini merupakan program baru yang dirancang untuk memberikan edukasi dasar mengenai proses perancangan produk menggunakan aplikasi Autodesk Inventor serta pemanfaatan teknologi 3D printing sebagai media prototyping. Dosen Prodi Teknik Industri hadir sebagai pemateri utama, dengan dukungan mahasiswa lintas angkatan sebagai panitia pelaksana. Sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB, para peserta diberi kesempatan memahami konsep desain digital, mengoperasikan aplikasi, hingga melihat langsung cara kerja mesin 3D printing yang dimiliki Fakultas Teknik UVERS. Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta dari lebih dari berbagai SMA dan SMK di Kota Batam.

Ketua pelaksana menjelaskan bahwa workshop ini memiliki tiga tujuan utama yaitu memberikan pembekalan awal sebelum lomba desain, menjalankan program pengabdian kepada masyarakat oleh Fakultas Teknik, serta memperkenalkan UVERS kepada sekolah-sekolah mitra. Menariknya, sejumlah guru pendamping mengaku baru mengetahui keberadaan gedung kampus UVERS yang baru dan kegiatan ini membuka peluang kerja sama baru karena pihak sekolah menunjukkan ketertarikan untuk kembali dilibatkan dalam program serupa.

Melihat tingginya minat peserta dan dampak positif yang muncul, Program Studi Teknik Industri mempertimbangkan untuk menjadikan workshop ini sebagai agenda tahunan. Selain mendukung literasi teknologi, kegiatan ini sekaligus menegaskan fokus prodi pada tema keberlanjutan (sustainability), di mana teknologi 3D printing menjadi salah satu solusi produksi ramah lingkungan karena memungkinkan pembuatan prototipe tanpa perlu mass production. Dengan memaksimalkan fasilitas yang dimiliki, UVERS berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dan dekat dengan kebutuhan masa depan industri. (Sh)

Batam — Universitas Universal (UVERS) resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) pada Jumat (28/12) malam di Ruang 200B Gedung UVERS. Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua perguruan tinggi dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Rektorat UVERS, Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama UVERS, Ketua LPM, serta dosen UVERS. Dari pihak UNP turut hadir Prof. Dr. Darmansyah, S.T., M.Pd., mewakili Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang, bersama beberapa perwakilan akademik lainnya. Kehadiran kedua belah pihak menunjukkan komitmen kuat untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor UVERS Dr. techn. Aswandy, M.T., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi. Sambutan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Darmansyah, yang menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kerja sama ini. Setelah rangkaian sambutan, penandatanganan MoA dilaksanakan secara resmi oleh kedua kampus.

Selain sebagai bentuk penguatan hubungan institusi, penandatanganan MoA ini juga menjadi peluang untuk berdiskusi ringan mengenai rencana implementasi kerja sama serta pertukaran informasi terkait pengembangan kampus masing-masing. Kedua perwakilan kemudian saling menyerahkan cinderamata berupa plakat sebagai simbol penghormatan dan awal kolaborasi yang baik.

Dengan terjalinnya MoA ini, UVERS berharap akan terbuka berbagai bentuk kerja sama baru bersama UNP, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang membawa dampak positif bagi sivitas akademika kedua kampus. (DAY)

Kenny, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2023, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Menyanyi Mandarin “Chinese Paradise 13”. Kompetisi ini yang diselenggarakan sebagai acara tahunan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya.

Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari pendaftaran, pengumpulan karya hingga 19 Oktober, hingga proses penilaian oleh juri pada 22–29 Oktober 2025. Hasil akhir diumumkan pada 3 November, lalu ditutup dengan Awarding Night pada 8 November 2025. Para juri langsung memilih tiga peserta terbaik dalam kategori menyanyi solo berdasarkan video yang dikirimkan.

Kenny mengikuti kategori Lomba Menyanyi Mandarin Solo, kategori yang sebelumnya juga pernah ia pernah ikuti. “Saya ingin menambah pengalaman lomba. Dulu pernah ikut kategori yang sama, tapi belum berhasil mendapatkan juara,” jelasnya. Tahun ini, Kenny mempersiapkan penampilan yang lebih matang dan sesuai dengan tema: “Nada yang Menyampaikan Makna, Lirik yang Menyentuh Jiwa” (载真意,歌通人心).

Untuk lagu, Kenny memilih “小幸运 (A Little Happiness)” yang dipopulerkan oleh Hebe Tian, lagu ini bertema remaja yang bercerita tentang penyesalan dan momen kecil yang sering terlewat karena kesibukan. Lagu ini ia pilih karena paling sesuai dengan tema dan memberinya ruang untuk menampilkan interpretasi yang lebih emosional. Ia juga menjelaskan proses ia mengikuti lomba ini. Dimulai dari mendaftar, memilih lagu yang tepat, merekam video terbaik, hingga mengirimkannya ke panitia. Berbekal pengalaman sebelumnya yang pernah meraih Juara 3 dalam lomba serupa, Kenny tampil dengan lebih percaya diri.

Kenny memberi pesan sederhana namun kuat bagi mahasiswa lainnya “Jangan takut untuk mencoba. Coba saja dulu.” Prestasi ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk kembali mencoba dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih besar.

Melalui pencapaian ini, UVERS berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengeksplorasi minat dan bakat mereka, baik di bidang akademik, seni, maupun kompetisi lain di tingkat nasional. Kampus mendorong mahasiswa untuk terus mencoba hal baru, memanfaatkan setiap kesempatan, dan tidak takut melangkah keluar dari zona nyaman. Prestasi Kenny diharapkan menjadi inspirasi bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, bisa membuka peluang besar di masa depan. (DAY)

Kompetisi ‘Chinese Paradise 13’ yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Cina Universitas Brawijaya

Scroll to Top