Desember 2025 menyajikan rangkaian fenomena langit yang menakjubkan dan memiliki nilai edukatif tinggi bagi masyarakat, khususnya bagi sivitas akademika. Salah satu peristiwa utama adalah Cold Moon, purnama terakhir tahun ini yang sekaligus menjadi Supermoon ketiga di 2025. Cold Moon diperkirakan mencapai puncaknya pada 4 Desember 2025 sekitar pukul 21.48 WIB di Indonesia. Karena berada pada titik orbit terdekat dengan Bumi, Bulan akan tampak lebih terang dan besar dibandingkan purnama biasa, menjadikannya peristiwa visual yang ideal untuk kegiatan edukasi astronomi.

Fenomena Cold Moon juga memiliki nilai historis dan budaya. Istilah ini berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang menandai datangnya malam-malam panjang menjelang musim dingin. Selain memperlihatkan keindahan alam, fenomena ini menawarkan kesempatan bagi lembaga pendidikan untuk mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang dinamika orbit Bulan, fase-fase lunar, serta keterkaitan budaya dengan fenomena astronomi. Melalui pendekatan sains dan budaya, observasi ini relevan untuk memperkaya pemahaman lintas disiplin.

Tidak hanya itu, Desember 2025 juga akan dihiasi berbagai fenomena langit lainnya, seperti hujan meteor dan konjungsi beberapa planet. Fenomena-fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual dalam mata kuliah sains, fisika, maupun komunikasi sains. Dengan minimnya polusi cahaya di beberapa wilayah, masyarakat memiliki peluang besar untuk menyaksikan meteor-meteor melintas dengan jelas, menjadikannya momen ideal untuk kegiatan peneropongan bersama.

Bagi lembaga, rangkaian fenomena langit ini dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat program literasi sains dan kegiatan community engagement. Melalui penyelenggaraan public viewing, kelas singkat astronomi, atau sesi edukasi terbuka, institusi dapat meningkatkan peran sebagai pusat informasi ilmiah yang kredibel. Selain itu, kegiatan semacam ini dapat membangun antusiasme generasi muda terhadap sains, teknologi, dan penelitian.

Dengan demikian, Desember 2025 bukan hanya menjadi penutup tahun, tetapi juga ajakan untuk menengok kembali ke langit dan mengingat bahwa pemahaman tentang alam semesta merupakan bagian penting dari visi lembaga dalam membangun masyarakat yang melek sains, kritis, dan berwawasan global. Fenomena langit yang berlangsung sepanjang bulan ini memberikan kesempatan bagi institusi untuk memperkuat edukasi, kolaborasi, dan literasi astronomi bagi seluruh pemangku kepentingan.

Referensi:

https://rri.co.id/nasional/2015227/simak-enam-fenomena-langit-di-bulan-desember

https://adjar.grid.id/read/544326403/9-fenomena-langit-menakjubkan-yang-bisa-kamu-lihat-di-desember-2025

https://disway.id/read/915068/cara-melihat-fenomena-cold-moon-4-desember-2025-di-indonesia-ini-waktu-terbaik-dan-dampaknya

Suasana Kampus UVERS berubah menjadi arena petualangan pada Sabtu (22/11), saat puluhan siswa SMA/SMK se-Kota Batam berkompetisi dalam Lomba Cerdas Cermat Akuntansi (LCCA) Volume 3. Dengan mengusung konsep baru bertema “Accounting Adventure: Jejak Angka, Jelajah Ilmu”, para peserta tampak bersemangat menjelajahi kelas demi kelas untuk menemukan soal-soal tersembunyi—sebuah pengalaman yang membuat kompetisi tahun ini terasa lebih hidup dan menantang.

Kegiatan LCCA yang berlangsung dari pukul 09.00 – 17.00 WIB dipandu oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) yang juga sebagai panitia pelaksana kegiatan. Mutty Claudia Dewinda, S.Ak., M.Sc., selaku pembina HIMAKSI dan juri  menjelaskan bahwa konsep LCCA tahun ini jauh lebih eksploratif. “Tahun ini kami buat seperti adventure. Peserta harus mencari jejak akuntansi di berbagai ruang kelas sebelum menjawab soal,” jelasnya. Dalam empat sesi yang disusun, peserta menyelesaikan tantangan mulai dari menemukan soal, menjawab benar–salah, hingga mengerjakan siklus akuntansi lengkap dari transaksi hingga laporan keuangan. “Sesi siklus akuntansi ini yang paling berbeda dan cukup menantang, karena mereka harus mengerjakan dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Dibalik format yang seru dan kompetitif, LCCA memiliki tujuan pendidikan yang kuat. Mutty menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari kontribusi Prodi Akuntansi dan HIMAKSI dalam memperkuat pemahaman siswa. “Dengan perkembangan AI, akuntansi itu tidak akan tergantikan. Kita tetap butuh analisis dan alur pikir seorang akuntan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat belajar dan menumbuhkan kemampuan logika serta kerja sama tim,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembentukan soft skill bagi mahasiswa HIMAKSI yang menjadi panitia. Harapannya mahasiswa belajar bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, dan saling melengkapi. Itu penting untuk pembentukan diri mahasiswa.

Dari kompetisi yang berlangsung sepanjang hari, SMK Maitreyawira berhasil meraih gelar Juara 1, disusul SMKS Yehonala sebagai Juara 2 dan 3 dengan tim yang berbeda, serta SMK Kartini di posisi keempat. Menurut Bu Mutty, kemenangan tersebut menunjukkan kemampuan analitis dan ketelitian para peserta.

Menutup kegiatan, Mutty menyampaikan harapan agar LCCA terus dilaksanakan setiap tahun. “Kegiatan seperti ini harus tetap ada. Ini bentuk partisipasi kami untuk mengembangkan ilmu akuntansi dan menarik minat siswa SMA/SMK. Semoga ke depan kegiatan ini semakin besar dan memberikan dampak lebih luas,” ujarnya. Dengan semangat edukatif dan inovatif tersebut, LCCA UVERS kembali membuktikan diri sebagai wadah pembelajaran akuntansi yang seru, relevan, dan inspiratif bagi generasi muda Batam. (Sh)

Scroll to Top