Tawa dan semangat bermain kembali mewarnai suasana Universitas Universal (UVERS) pada Minggu (23/08). Melalui kegiatan bertajuk “Muda-Mudi Batam: Merdeka Bermain”, UVERS menjadi ruang berkumpul bagi anak-anak muda untuk menikmati kembali keseruan permainan tradisional sekaligus mempererat kebersamaan. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UVERS ini merupakan hasil kolaborasi Himpunan Mahasiswa Fakultas Teknik (HMFT) UVERS dengan Batam Bloom Circle dan Batam Bermain.
Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 14.30 WIB dan dilanjutkan pembukaan pada pukul 15.30 WIB. Setelah pembukaan, peserta diajak mengikuti rangkaian permainan tradisional, ice breaking, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya. Konsep permainan 17-an tempo dulu dipilih untuk menghadirkan suasana yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak generasi muda kembali merasakan semangat kebersamaan dan keceriaan yang lekat dengan perayaan kemerdekaan.
Sri Wahyu Nensi, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing HMFT mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa khususnya pada Fakultas Teknik untuk memperluas pengalaman di luar lingkungan kampus. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bersama komunitas-komunitas besar di Batam dapat menjadi sarana untuk menambah relasi sekaligus belajar secara langsung mengenai pengelolaan sebuah kegiatan. Terlebih, kegiatan ini dinilai sejalan dengan peran Divisi Minat dan Bakat HMFT, sehingga manfaatnya dapat dikembangkan dalam cakupan yang lebih luas.
“Senang sekali tentunya, karena bisa membawa anak-anak HMFT untuk berkolaborasi dengan dua komunitas besar muda-mudi di Batam,” ujar Sri Wahyu Nensi. Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk berkomunikasi, berjejaring, bekerja sama, dan terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan bersama pihak eksternal.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UVERS untuk semakin dikenal oleh masyarakat luas sekaligus membuka peluang kerja sama baru antara HMFT dan berbagai komunitas maupun pihak lainnya. Semangat bermain, berkolaborasi, dan belajar yang hadir dalam kegiatan bermain tempo dulu dalam rangka perayaan kemerdekaan tersebut, menjadi pengingat bahwa lingkungan kampus dapat menjadi ruang tumbuh yang mempertemukan mahasiswa dengan lebih banyak pengalaman dan jejaring. Mengenai kemungkinan kegiatan serupa kembali digelar, Sri Wahyu Nensi menyerahkannya pada kesempatan dan kolaborasi yang akan datang. (Sh)





