Perkembangan ilmu pengetahuan tidak pernah menemui akhir. Ilmu pengetahuan selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Salah satu ilmu pengetahuan yang selalu berkembang adalah Ilmu Akuntansi. Demi terus mengembangekan kompetensi sumber daya manusia, Program Studi Akuntansi Universitas Universal (UVERS) berpartisipasi dalam kegiatan Simposium Nasional Akuntansi Vokasi Ke 6 tahun 2017. Simposium tersebut berlangsung dari tanggal 4 Mei hingga 6 Mei 2017.

Perubahan yang kemudian menjadi perubahan standar akuntansi internasional tersebut banyak menyebabkan perubahan kebijakan akuntansi. Perubahan tersebut memerlukan pemahaman yang detail dari auditor untuk memberikan opini yang tepat. Kebijakan dalam IFRS akan sangat menentukan kebijakanauditor. Perubahan tersebut juga menuntut auditor untuk memiliki judgement framework, sebab opini seorang auditor sangat bergantung pada kemampuan judgement-nya.

Penelitian ini memberikan bukti-bukti empiris bahwa perubahan kebijakan secara otomatis akan mempengaruhi opini auditor. Tujuan selanjutnya adalah membantu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memantau kemampuan auditor terkait perubahan regulasi saat ini. Kemudian penelitian ini juga akan membantu pengguna laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia untuk memilih Kantor Akuntan Publik yang tepat untuk melakukan audit pada perusahaannya.

“Tujuan kami dari prodi adalah untuk meningkatkan kompetensi SDM Universitas Universal, terutama kompetensi dosen.” Ujar Yentina Siregar, S.E., AK., M.Si., CA. Ia berpendapat, untuk meningkatkan kompetensi tersebut para dosen dan program studi perlu intens untuk mengikuti simposium skala nasional. Ia juga menjelaskan bahwa Universitas Universal (UVERS) dapat meningkatkan kualitas lulusan melalui kegiatan serupa.

Diikuti oleh politeknik-politeknik dan beberapa universitas dari seluruh Indonesia, Universitas Universal (UVERS) mendapatkan predikat juara 1 dalam kategori orisinalitas karya tingkat dosen. Yentina Siregar, S.E., AK., M.Si., CA berharap dukungan penuh dari semua pihak agar pada kesempatan lain Universitas Universal (UVERS) dapat lebih membuktikan diri di tingkat nasional maupun internasional. (AS)

Era digital menuntut anak-anak muda untuk berpikir semakin kreatif termasuk dalam hal berwirausaha. Belakangan ini bisnis-bisnis baru yang berkembang dan berhasil adalah bisnis berbasis teknologi atau yang lebih dikenal dengan technopreneur. Berbagai usaha yang dulu dijalankan secara konvensional kini beralih ke platform-platform digital yang lebih menarik dan praktis.

Dengan melihat berbagai peluang yang tersedia di era digital ini, program studi Teknik Informatika Universitas Universal (UVERS) bersama Komunitas Ruang Kreasi menyelenggarakan seminar bertajuk “Build Your Future Startup”. Seminar bertema technopreneur tersebut dibawakan oleh Arseto Hartantiyo Pinontoan selaku Co Founder Alamaak dan Ruang Kreasi. Seminar yang berlangsung pada Sabtu (7/10) tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Batam.

Arseto Hartantiyo Pinontoan menyebutkan bahwa peluang bagi para technopreneur kini terbuka luas, sebab 51% penduduk dunia adalah pengguna internet aktif. Terlebih, para pengguna internet aktif tersebut juga merupakan pengguna sosial media dan smartphone yang hidupnya dekat dengan dunia maya. Ia juga menjelaskan bahwa bisnis saat ini dapat dilakukan dengan menciptakan ide-ide baru maupun merancang ulang ide-ide lama dengan beberapa konsep baru. Namun Arseto mengingatkan bahwa tidak semua bisnis digital dapat eksis di era digital, sehingga saat ini yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menciptakan bisnis yang paling ideal untuk era digital.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menginspirasi mahasiswa Universitas Universal (UVERS) untuk bisa menciptakan ide-ide bisnis dan merealisasikannya dengan membangun startup berdasarkan ide bisnis yang mereka temukan.” Ujar Ahmad Fitriansyah, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika. Ia berharap mahasiswa Universitas Universal (UVERS) tidak hanya dapat menjalankan bisnis secara konvensional, tapi juga menjalankan bisnis dengan memanfaatkan teknologi.

Indonesia merupakan negara dengan keberagaman budaya dan agama. Sesuai dengan Pancasila sebagai Ideologi Negara tertuang dalam sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia, bahwa dengan keberagaman yang dimiliki Indonesia tetap satu untuk menuju Persatuan Indonesia. Hal ini tentunya menjadikan kita harus selalu menjalin dan menjaga silaturahmi antar umat beragam. Walaupun kita memiliki keyakinan berbeda, hal tersebut tidak menjadikan kita untuk bertentangan atau sampai terpecah belah. Pertemuan atau acara keakraban antar umat beragama menjadi salah satu wadah yang dapat diciptakan untuk menjalin silaturahmi. Hal tersebut dilaksanakan oleh Universitas Universal (UVERS) yang memfasilitasi pertemuan silaturahmi dengan PWNU Kepulauan Riau. Pertemuan Silaturahmi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (16/11) di Ruang Nature Loving Education Hub.

Pertemuan dikemas dalam bentuk dialog bersama antara pembicara dan audiens. Pembicara dalam pertemuan silaturahmi tersebut adalah Dr. Muhammad AS Hikam yang merupakan Menteri Riset dan Teknologi pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Pertemuan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan memperkuat kebangsaan. Melalui perkenalan tentang prinsip “Dunia Satu Kleuarga” dan “Islam Rahmat Bagi Semua” diharapkan bahwa kedua prinsip tersebut dapat dijadikan landasan kerja nyata dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan dan peningkatan kesadaran berbangsa. (Sh)

Scroll to Top