Singkatan sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia akademik, pekerjaan, maupun dalam komunikasi informal. Beberapa singkatan sudah sangat familiar, seperti “COD” untuk “Cash On Delivery” atau “WWW” untuk “World Wide Web.” Namun, masih banyak singkatan lain yang sering digunakan tetapi kepanjangannya belum banyak diketahui orang loh sob!

Di artikel kali ini kita akan mengulas 6 singkatan yang mungkin jarang diketahui kepanjangannya, beserta penjelasan singkat mengenai masing-masing istilah tersebut.

1. HVS (Hout Vrij Schrift)

Siapa nih yang sering dengar kata ini. HVS ini sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu Hout Vrij Schrift yang memiliki arti kertas tulis.

2 . Perkedel

Siapa sih yang tidak tau makanan ini. Perkedel merupakan singkatan dari “Persatuan Kentang dan Telur”. Tapi, pada dasarnya perkedel aslinya berasal dari kata bahasa Belanda yaitu “Frikadeller” atau “Frikadel”. Karena pelafalan Frikadel yang susah diucapkan, orang Indonesia perlahan berubah menjadi Perkedel.

3 . Basa-Basi

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), basa-basi diartikan sebagai adat sopan santun; tata krama pergaulan. Namun, dikutip dari GNFI (goodnewsfromindonesia.id) ternyata ada yang menyebutkan kalau basa-basi juga berasal dari kepanjangan ‘bahas sana bahas sini’.

4. Petani

Kata ‘petani’ ini merupakan akronim dari “Penyangga Tatanan Negara Indonesia” yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1952. Bung Karno juga menganggap petani sebagai tulang punggung bagi identitas Indonesia. Oleh karena itu Bung Karno juga lah yang memberikan sebuah kepanjangan khusus untuk kata ‘petani’, yakni sebagai Penjaga Tatanan Negara Indonesia.

5. OK

Awalnya OK sebenanrnya dimaksudkan singkatan dari “oll korrect” yang merupakan plesetan dari “all correct” di Amerika pada tahun 1830-an. Penggununaan OK sekarang sering digunakan untuk mengonfirmasi keberan dan menjadi kata yang sangat dinamis dalam pemakaiannya.

6. Robot

Siapa yang mengira Robot hanya sebagai sebuah kata? Ternyata, robot adalah sebuah singkatan yaitu Residents Official Board of Technology atau sebuah teknologi mesin bergerak yang bisa diperintah.

Siapa sangka, singkatan yang sering kita temui punya kepanjangan unik! Semoga setelah membaca ini, Sobat UVERS bisa lebih paham dan makin penasaran untuk mencari tahu singkatan lainnya.

Sumber :

www.fimela.com
www.goodnewsfromindonesia.id
www.pramborsfm.com
www.detik.com

Juara 2 Chinese Calligraphy
pada National Competition of Chinese Art and Literature “ENCORE” 2023

Juara 1 Lomba Baca Puisi Pada Kegiatan Zhongwen Bisai 2023

Juara 2 Lomba Lukisan Tradisional Tiongkok (Kategori Dewasa) dalam The 1st Overseas Chinese Youth Practical Competition Tingkat Nasional

Juara 1 Pada Composition Competition International Music Festival 2023

Juara 2 Bahasa Mandarin Tingkat Nasional Pada Language Olympiad Festival Gypem 2023

Otak selalu punya kemampuan yang menakjubkan yang terkadang mebuat kita terheran-heran. Sobat UVERS pernah ga sih ada dalam keadaan “ingat wajah, lupa nama”? Nah biasanya hal ini terjadi saat kita bertemu seseorang yang familiar seperti teman lama atau kerabat. Hal ini biasanya dialami rata-rata manusia di muka bumi, tapi tau ga sih kenapa ini bisa terjadi? Yuk merapat kita bahas penjelasannya. Mulai dengan pembahasan peran otak dalam mengingat wajah dan nama. Menurut para ahli, otak manusia memproses informasi visual dan verbal secara berbeda. Informasi visual lebih cepat diproses oleh otak manusia dibandingan dengan informasi verbal, karena bagian otak yang memproses informasi visual memiliki fungsi yang berbeda dengan bagian otak yang memproses informasi verbal, sehingga terdapat perbedaan dalam kemudahan dan kecepatan pemrosesan informasi.

Salah satu bagian otak yang terlibat dalam pemrosesan informasi wajah adalah Fusiform Face Area (FFA). FFA bertugas memproses informasi visual wajah, termasuk bentuk, ekspresi, dan warna kulit. Saat seseorang melihat wajah, FFA menjadi aktif dan memproses informasi wajah dengan lebih efisien dibandingkan informasi verbal, seperti nama. Dalam hal ini, kemampuan FFA dalam memproses informasi visual memengaruhi kemudahan seseorang dalam mengingat wajah dibanding nama. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kanwisher (2010) mengungkapkan bahwa FFA berfungsi secara khusus untuk memproses wajah. Hal ini terbukti melalui studi tentang orang-orang yang mengalami kerusakan di FFA, meraka akan mengalami kesulitan dalam mengenali wajah. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa ketika kita melihat wajah, sel-sel saraf di FFA bereaksi dengan lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan ketika kita melihat objek lain.

Sementara itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Cabeza dan Nyberg (2000) menjelaskan bahwa nama seseorang dianggap sebagai informasi verbal dan diproses oleh bagian otak yang terkait dengan bahasa, seperti korteks frontal dan temporal kiri. Hal ini memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak dari otak kita untuk diproses. Oleh karena itu, mengingat nama seseorang lebih sulit daripada mengingat wajahnya karena otak kita mengolahnya secara berbeda.

Sumber Referensi:
• Cabeza, R., & Nyberg, L. (2000). Imaging cognition II: An empirical review of 275 PET and fMRI studies. Journal of Cognitive Neuroscience, 12(1), 1-47.
• Kanwisher, N. (2010). Functional specificity in the human brain: A window into the functional architecture of the mind. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 107(25), 11163–11170.
https://www.hipwee.com/list/lebih-mudah-mengingat-wajah-daripada-nama-bagaimana-bisa/

Baca Juga : Networking itu apa sih? yuk upgrade circlemu dengan Networking

Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Universal (UVERS) sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Mengenal Dasar Fundamental Analisis Saham” melalui platform Zoom pada Sabtu (22/02). Acara yang berlangsung selama 2 jam 30 menit ini mendapat sambutan luar biasa dengan dihadiri oleh lebih dari 250 peserta, terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin mendalami analisis saham berbasis fundamental.

dokumentasi kegiatan

Webinar ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pasar modal, yaitu Reinhard Silitonga, Trainer dari Bursa Efek Indonesia Wilayah Kepri, serta Rahman Anugrah Agung Putra, Sales Officer PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia. Sesi diskusi dipandu oleh Yohana Yemima Sihotang, mahasiswa UVERS yang berperan sebagai moderator. Dalam webinar ini, peserta memahami cara mengevaluasi kinerja perusahaan melalui laporan keuangan, khususnya dengan analisis rasio keuangan seperti Price Earnings Ratio (PER), Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER). Selain itu, dibahas pula faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan tren industri yang memengaruhi harga saham.

Afrianti Elsye Vanomy, A.Md, S.E., M.M. selaku Dosen Fakultas Bisnis juga mengungkapkan bahwa tujuan utama dari webinar ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam menentukan nilai intrinsik saham, memprediksi kinerja perusahaan di masa depan, serta mengidentifikasi saham yang layak untuk investasi jangka panjang. “Kami ingin agar mahasiswa tidak lagi mengambil keputusan investasi secara asal-asalan. Banyak orang masih memilih saham di pasar modal dengan cara ‘cap cip cup’. Padahal, investasi saham berarti memiliki bagian dari perusahaan, sehingga penting untuk memahami kondisi fundamentalnya sebelum berinvestasi,” ujar beliau.

dokumentasi kegiatan

Sebagai program kerja rutin KSPM yang bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pasar modal, webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta pemahaman investasi berbasis analisis yang lebih rasional. Ke depannya, KSPM UVERS akan kembali mengadakan program Sekolah Pasar Modal (SPM) pada bulan Maret 2025 guna memberikan wawasan lebih lanjut bagi mahasiswa khususnya anggota KSPM yang ingin memperdalam ilmu investasi di pasar modal. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu membuat keputusan investasi yang lebih baik dan bijaksana. (DAY)

Scroll to Top