Suasana Kampus UVERS berubah menjadi arena petualangan pada Sabtu (22/11), saat puluhan siswa SMA/SMK se-Kota Batam berkompetisi dalam Lomba Cerdas Cermat Akuntansi (LCCA) Volume 3. Dengan mengusung konsep baru bertema “Accounting Adventure: Jejak Angka, Jelajah Ilmu”, para peserta tampak bersemangat menjelajahi kelas demi kelas untuk menemukan soal-soal tersembunyi—sebuah pengalaman yang membuat kompetisi tahun ini terasa lebih hidup dan menantang.
Kegiatan LCCA yang berlangsung dari pukul 09.00 – 17.00 WIB dipandu oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) yang juga sebagai panitia pelaksana kegiatan. Mutty Claudia Dewinda, S.Ak., M.Sc., selaku pembina HIMAKSI dan juri menjelaskan bahwa konsep LCCA tahun ini jauh lebih eksploratif. “Tahun ini kami buat seperti adventure. Peserta harus mencari jejak akuntansi di berbagai ruang kelas sebelum menjawab soal,” jelasnya. Dalam empat sesi yang disusun, peserta menyelesaikan tantangan mulai dari menemukan soal, menjawab benar–salah, hingga mengerjakan siklus akuntansi lengkap dari transaksi hingga laporan keuangan. “Sesi siklus akuntansi ini yang paling berbeda dan cukup menantang, karena mereka harus mengerjakan dari awal sampai akhir,” tambahnya.
Dibalik format yang seru dan kompetitif, LCCA memiliki tujuan pendidikan yang kuat. Mutty menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari kontribusi Prodi Akuntansi dan HIMAKSI dalam memperkuat pemahaman siswa. “Dengan perkembangan AI, akuntansi itu tidak akan tergantikan. Kita tetap butuh analisis dan alur pikir seorang akuntan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat belajar dan menumbuhkan kemampuan logika serta kerja sama tim,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembentukan soft skill bagi mahasiswa HIMAKSI yang menjadi panitia. Harapannya mahasiswa belajar bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, dan saling melengkapi. Itu penting untuk pembentukan diri mahasiswa.
Dari kompetisi yang berlangsung sepanjang hari, SMK Maitreyawira berhasil meraih gelar Juara 1, disusul SMKS Yehonala sebagai Juara 2 dan 3 dengan tim yang berbeda, serta SMK Kartini di posisi keempat. Menurut Bu Mutty, kemenangan tersebut menunjukkan kemampuan analitis dan ketelitian para peserta.
Menutup kegiatan, Mutty menyampaikan harapan agar LCCA terus dilaksanakan setiap tahun. “Kegiatan seperti ini harus tetap ada. Ini bentuk partisipasi kami untuk mengembangkan ilmu akuntansi dan menarik minat siswa SMA/SMK. Semoga ke depan kegiatan ini semakin besar dan memberikan dampak lebih luas,” ujarnya. Dengan semangat edukatif dan inovatif tersebut, LCCA UVERS kembali membuktikan diri sebagai wadah pembelajaran akuntansi yang seru, relevan, dan inspiratif bagi generasi muda Batam. (Sh)
Inovasi teknologi semakin dekat dengan generasi muda. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa-siswi SMA dan SMK yang memadati Laboratorium Komputer UVERS dalam gelaran Workshop 3D Printing dan Aplikasi Inventor yang diselenggarakan Program Studi Teknik Industri pada 1 dan 8 November lalu. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengenalan dunia desain produk modern sekaligus pembuka menuju Sustainability Product Design and Innovation Contest yang juga digagas oleh Prodi sebagai topik workshop.
Workshop ini merupakan program baru yang dirancang untuk memberikan edukasi dasar mengenai proses perancangan produk menggunakan aplikasi Autodesk Inventor serta pemanfaatan teknologi 3D printing sebagai media prototyping. Dosen Prodi Teknik Industri hadir sebagai pemateri utama, dengan dukungan mahasiswa lintas angkatan sebagai panitia pelaksana. Sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB, para peserta diberi kesempatan memahami konsep desain digital, mengoperasikan aplikasi, hingga melihat langsung cara kerja mesin 3D printing yang dimiliki Fakultas Teknik UVERS. Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta dari lebih dari berbagai SMA dan SMK di Kota Batam.

Ketua pelaksana menjelaskan bahwa workshop ini memiliki tiga tujuan utama yaitu memberikan pembekalan awal sebelum lomba desain, menjalankan program pengabdian kepada masyarakat oleh Fakultas Teknik, serta memperkenalkan UVERS kepada sekolah-sekolah mitra. Menariknya, sejumlah guru pendamping mengaku baru mengetahui keberadaan gedung kampus UVERS yang baru dan kegiatan ini membuka peluang kerja sama baru karena pihak sekolah menunjukkan ketertarikan untuk kembali dilibatkan dalam program serupa.

Melihat tingginya minat peserta dan dampak positif yang muncul, Program Studi Teknik Industri mempertimbangkan untuk menjadikan workshop ini sebagai agenda tahunan. Selain mendukung literasi teknologi, kegiatan ini sekaligus menegaskan fokus prodi pada tema keberlanjutan (sustainability), di mana teknologi 3D printing menjadi salah satu solusi produksi ramah lingkungan karena memungkinkan pembuatan prototipe tanpa perlu mass production. Dengan memaksimalkan fasilitas yang dimiliki, UVERS berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dan dekat dengan kebutuhan masa depan industri. (Sh)