Membangun Generasi Siap Industri, Dosen UVERS Hadir dalam Dialog Publik RRI Batam

Perkembangan industri yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dan komunikasi yang baik. Berangkat dari kondisi tersebut, dosen Program Studi (ProdI) Teknik Industri Universitas Universal, Sri Wahyu Nensi, S.T., M.T., hadir sebagai narasumber dalam program dialog “Batam Menyapa” yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Batam pada Jumat, 24 April 2026. Diskusi yang berlangsung di studio RRI Pro 1 Batam, Botania, mulai pukul 08.05 hingga 08.55 WIB ini mengangkat tema “Kesiapan Generasi Muda Batam Menghadapi Kebutuhan Industri”.

Dalam kegiatan tersebut, Sri Wahyu Nensi hadir mewakili kalangan akademisi dan berdiskusi bersama Riko Jayasaputra, S.Psi., M.Psi., selaku Senior Manager Recruitment & Training PT Tunas Karya Indowisata yang hadir sebagai praktisi industri. Program “Batam Menyapa” sendiri merupakan salah satu acara rutin RRI Pro 1 yang membahas isu-isu edukatif dan aktual. Pada kesempatan ini, pembahasan difokuskan pada kesiapan generasi muda Batam dalam menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya terkait keseimbangan antara hard skill dan soft skill.

Sri Wahyu Nensi menjelaskan bahwa sebagian besar generasi muda di Batam sebenarnya telah memahami kebutuhan hard skill di dunia industri karena lingkungan kota yang dekat dengan sektor industri. Namun demikian, kemampuan soft skill masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat. Soft skill yang dimaksud meliputi kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru, komunikasi profesional di lingkungan kerja, etos kerja, hingga kemampuan berbahasa asing. Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan pihak industri yang menyebutkan bahwa perusahaan saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan bahasa dan karakter kerja yang baik. Bahkan, menurut pihak HRD, hard skill masih dapat diasah, sedangkan karakter dan etos kerja membutuhkan proses pembentukan yang lebih panjang.

Tema ini dipilih karena adanya kesenjangan antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan nyata industri. Banyak lulusan yang tersedia, namun belum semuanya relevan dengan kebutuhan perusahaan. Melalui diskusi ini, para narasumber berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan interpersonal dan kesiapan mental dalam bekerja. Selain itu, dialog ini juga membuka ruang pembahasan mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang lebih adaptif terhadap perkembangan kebutuhan kerja di masa depan.

Bagi UVERS, keterlibatan dalam program ini menjadi kesempatan positif untuk memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan kontribusi kampus dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap industri. Sri Wahyu Nensi mengungkapkan bahwa diskusi berlangsung sangat menarik karena mempertemukan unsur akademisi, industri, dan media dalam satu ruang berbagi gagasan. Bahkan, dari pertemuan tersebut muncul peluang tindak lanjut kerja sama dengan pihak industri untuk membahas kolaborasi ke depan. Kehadiran UVERS dalam dialog publik seperti ini diharapkan dapat terus menjadi wadah edukasi bagi masyarakat sekaligus pengingat bahwa kesiapan generasi muda menghadapi dunia industri merupakan isu yang akan selalu relevan untuk dibahas. (Sh)

Scroll to Top