Karya Universitas Universal
Home
Pages
Karya Universitas Universal

Karya Universitas Universal


Karya Universitas Universal



Gerakan Semesta

Menjalankan Misi seperti itu bukan suatu pekerjaan mudah, dan tidak dapat dilakukan sendirian. Uvers perlu berbagi (sharing) dengan “para saudara”, untuk dapat bersama-sama saling bahu-membahu, menggulirkan “Gerakan Semesta” menuju Dunia Satu Keluarga tersebut, lalu mensukseskannya. “Aku dan Engkau satu keluarga, Bumi Satu Keluarga, Dunia Satu Keluarga”, begitulah Uvers mengajak para saudaranya.

Tujuan Gerakan Semesta itu adalah membuat empat pembaruan, untuk merintis kemanusiaan yang berbudaya baru, berperadaban baru, bernilai baru, dan bermoralitas baru. Pertama, adalah pembaruan budaya menuju Budaya Baru yaitu Budaya Kasih Alam. Kedua, adalah pembaruan peradaban menuju Peradaban Baru yaitu peradaban yang menghormati kemuliaan dan kewibawaan semua bentuk kehidupan. Ketiga, adalah pembaruan nilai menuju Nilai Baru yaitu nilai yang menjunjung tinggi Kemuliaan Harkat Manusia. Keempat, adalah pembaruan moralitas menuju Moralitas Baru yaitu Moralitas Dunia Satu Keluarga.
Karya Pembaruan

Tentu, hal itu adalah suatu tanggungjawab dan kewajiban yang berat untuk dipikul dan dilaksanakan. Tetapi, itu disanggupi oleh Uvers, disanggupi karena hal itu dilihat sebagai suatu penggilan kemanusiaan, bahkan panggilan ke-alamsemesta-an, dan itu adalah panggilan mulia. Bahkan, panggilan itulah yang dipilih sebagai “alasan keberadaan” Uvers (raison d’etre).

Sebagai implikasi dari kesanggupan itu, di satu sisi Uvers sebagai sebuah universitas Indonesia yang terikat pada ke-Indonesia-an, tetapi di sisi lain Uvers memiliki gagasan yang meluas melampaui ke-Indonesia-annya seperti yang tercermin dalam Misi yang dipilihnya, Uvers perlu memilih dan merencanakan dengan cermat karyanya.

Artinya, di satu sisi, ke-Indonesiaan-nya mengharuskan Uvers memikul dharma Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Pada Masyarakat, tetapi di sisi lain gagasannya meluas melampaui ke-Indonesia-an, menjangkau ke-alamsemesta-an, yaitu berisi “upaya menuju terwujudnya Dunia Satu Keluarga”. Perpaduan keduanya menunjuk pada pilihan isi materi penyelenggaraan Tridharma itu. Yaitu isi materi Karya Pendidikan, isi materi Karya Penelitian, dan isi materi Karya Pengabdian Pada Masyarakat, semua isi materi karya tersebut, difokuskan untuk mendorong pengembangan peradaban baru menuju terwujudnya Dunia Satu Keluarga. Semua karya yang dikemas dalam tiga dharma itu difokuskan untuk mengembangkan peradaban baru, di mana Alam Semesta diutamakan, di mana Dunia Satu Keluarga diwujudkan.

Berbeda dari kebanyakan universitas baru yang memulai operasinya dengan titik berat pada penyelenggaraan dharma Pendidikan yang diwujudkan di kampus dengan penyelenggaran proses pembelajaran bagi para mahasiswanya, Uvers memulai operasinya dengan mengusahakan integrasi penyelenggaraan Tridharma. Maksudnya, ketiga dharma itu dilaksanakan sebagai satu kesatuan karya yang tidak terpisah-pisah. Tentu saja, mempertimbangkan tingkat perkembangannya, pilihan prioritas dan penekanan pada salah satu dharma dapat saja ditetapkan, misalnya prioritas dan penekanan pada dharma Pendidikan pada saat awal operasinya, tetapi ini dilakukan dengan tetap menjaga integrasi di antara ketiga dharma itu.

Integrasi ketiga dharma itu dimulai dari dharma Penelitian. Pencarian pengetahuan tidak berarti harus membangkitkannya sendiri. Dipahami bahwa pengetahuan yang diperlukan untuk mengembangkan peradaban baru seperti yang diuraikan di depan memang sudah ada, sudah banyak dibangkitkan orang. Tetapi pengetahuan tersebut berada tersebar di banyak “lokasi”, dibangkitkan oleh banyak pihak yang memiliki kepentingan berbeda, dibangkitkan dengan tujuan masing-masing, tidak terkonsolidasi. Penyelenggaraan dharma Penelitian di kampus Uvers dimulai dengan pengumpulan dan konsolidasi pengetahuan yang berserakan di berbagai lokasi itu, ketika kemampuan untuk melakukan penelitian belum cukup dimiliki.

Selanjutnya penelitian di Uvers diarahkan untuk membangkitkan pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung upaya mewujudkan Dunia Satu Keluarga tersebut.Pengetahuan dan teknologi yang dibangkitkan dari proses pergulatan intelektual (yang dalam kosakata sehari-hari sidebut “penelitian”) bukan “demi pengetahuan dan teknologi itu sendiri” melainkan diperlukan untuk sarana menuju terwujudnya Dunia Satu Keluarga, terwujudnya peradaban baru yang lebih baik. Oleh karena itu, penelitian di Uvers dilaksanakan dengan mempedulikan implikasi etis dan moral baik itu dari pengetahuan dan teknologi yang dibangkitkannya maupun dari metodologi yang dipakai untuk membangkitkannya.

Yang dimaksud dengan “integrasi ketiga dharma” adalah bahwa pengetahuan yang dibangkitkan oleh proses penelitian itu digunakan sebagai bahan pembelajaran para mahasiswa, serta dipersembahkan kepada masyarakat untuk digunakan melalui dharma Pengabdian Pada Masyarakat. Sebaliknya, pengetahuan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan apa yang diperlukan mahasiswa, dipakai sebagai feedback bagi upaya penelitian. Dharma Pengabdian Pada Masyarakat tidak terpisah dari Dharma Penelitian, karena seluruh pergulatan intelektual yang dikemas dalam bentuk penelitian ini tidak berdiri sendiri melainkan bagian awal dari upaya pengembangkan peradaban baru seperti yang ditulis di depan. Ringkasnya, Pengabdian Pada Masyarakat memiliki arah dan koridor yang jelas.

Dharma Pendidikan di kampus mewujud sebagai upaya pengajaran atau pembelajaran bagi para mahasiswa. Pembelajaran ini ditujukan untuk membuat lulusannya menyadari landasan falsafah Uvers yang dirumuskan dalam dari Nilai Inti, Visi, dan Misi, dan kesadaran tersebut membuat lulusannya menjadi warga yang baik Dunia Satu Keluarga itu.

Namun demikian, lulusan Uvers tidak hidup menyendiri, terpisah dari dunia kehidupan pada umumnya yang ada saat ini. Mereka itu adalah warga dunia kehidupan umum, warga yang harus dapat hidup dari dunia itu dan harus dapat berkarya untuk dunia itu. Jadi program pendidikan di kampus Uvers terdiri dari dua komponen. Pertama komponen pendidikan universitas umum seperti yang lazim diberikan oleh universitas pada umumnya, yang menyiapkan lulusan untuk dapat berkarya di dalam masyarakat. Kedua komponen pendidikan kesadaran akan landasan falsafah bagi gerakan pengembangan peradaban menuju Dunia Satu Keluarga tersebut, yang menyiapkan lulusan untuk dapat berpartisipasi dengan baik dalam gerakan itu, serta untuk dapat menjadi warga yang baik Dunia Satu Keluarga tersebut.

Ringkasnya, pendidikan di kampus Uvers menawarkan kepada calon mahasiswa dua “value propositions”. Pertama menyiapkan lulusan untuk dapat berkarya sebagai profesional dalam bidang profesi yang dipilihnya, seperti lazimnya value proposition yang ditawarkan oleh universitas umum pada umumnya. Kedua menyiapkan lulusannya untuk berpartisipasi dalam gerakan perubahan peradaban menuju Dunia Satu Keluarga tersebut dan menjadi warga yang baik di dalamnya.

Kampus Uvers itu sendiri bukan sembarang kampus, tetapi ia dirancang dan kehidupan di dalamnya dibina untuk dapat berfungsi sebagai wahana proses pembelajaran yang melengkapi proses pembelajaran kurikuler. Masyarakat kampus adalah masyarakat akademik yang dirancang dan dibuat untuk menjadi “model” masyarakat Dunia Satu Keluarga. Selama masa studinya, mahasiswa merasakan hidup dalam Dunia Satu Keluarga, walaupun hanya dalam skala kampus. Pengalaman hidup kemahasiswaan dalam kampus dirancang, diselenggarakan, dan dibina untuk dapat memberikan pengalaman yang “membentuk” (atau “formative life experience”) kehidupan dalam Dunia Satu Keluarga tersebut.

Value proposition yang kedua tersebut bukan suatu tawaran biasa, melainkan tawaran terhormat yaitu tawaran untuk bergabung dengan gerakan pengembangan peradaban baru. Masa depan adalah milik generasi muda. Peradaban baru yang diupayakan ini adalah peradaban masa depan, peradaban generasi baru. Adalah suatu kehormatan bagi para mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam suatu gerakan menuju hari depan yang lebih baik tersebut. Sungguh, ini adalah tawaran kesempatan bagi orang muda, “it is a golden opportunity” untuk memberi sumbangan kepada terwujudnya hari depan yang lebih baik itu.